Panduan ini
disusun oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI sebagai pedoman
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi kegiatan kokurikuler pada RA, MI,
MTs, MA, dan MAK. Dokumen ini menekankan integrasi Kurikulum Berbasis Cinta
(KBC) dan penguatan 8 dimensi profil lulusan.
1. Konsep dan Tujuan
Kokurikuler
Pengertian
Kokurikuler
adalah kegiatan pembelajaran yang bertujuan memperkuat, memperdalam, dan
memperkaya intrakurikuler, terutama untuk penguatan karakter.
Urgensi
- Menghubungkan teori dengan
dunia nyata.
- Mengembangkan keterampilan
kontekstual.
- Membentuk murid yang utuh:
intelektual, emosional, sosial, spiritual.
Tujuan Utama
Mendukung
pencapaian 8 dimensi profil lulusan:
- Keimanan dan ketakwaan
- Kewargaan
- Penalaran kritis
- Kreativitas
- Kolaborasi
- Kemandirian
- Kesehatan
- Komunikasi
Seluruh
dimensi diintegrasikan dengan Panca Cinta:
- Cinta Allah & Rasul
- Cinta Ilmu
- Cinta Lingkungan
- Cinta Diri & Sesama
- Cinta Tanah Air
Karakteristik Kokurikuler
- Fleksibel, kontekstual, tidak
acak.
- Harus memiliki tujuan jelas
untuk penguatan dimensi profil lulusan dan panca cinta.
- Terencana (ada tujuan,
langkah kegiatan, asesmen).
2. Kerangka
Pembelajaran Kokurikuler
Terdiri dari
empat elemen utama:
A. Praktik Pedagogis
Kegiatan
dilakukan dengan pendekatan:
- Project-based learning
- Inquiry
- Problem-based learning
- Kolaborasi lintas disiplin
B. Lingkungan Belajar
Belajar tidak
hanya di kelas, tetapi di:
- Madrasah
- Komunitas
- Ruang publik
- Ruang digital
C. Kemitraan Pembelajaran (Catur Pusat
Pendidikan)
- Madrasah → perencanaan, pendampingan,
fasilitasi
- Keluarga → pembiasaan dan teladan
karakter di rumah
- Masyarakat → akses praktik lapangan,
tokoh teladan
- Media → publikasi inspirasi dan
nilai
D. Teknologi Digital
Dimanfaatkan
untuk:
- Dokumentasi
- Kolaborasi
- Publikasi hasil
- Asesmen
3. Perencanaan,
Pelaksanaan, dan Asesmen
A. Perencanaan Kokurikuler
Penentuan Tim Kerja
Terdiri dari
kepala madrasah, koordinator kokurikuler, guru, tenaga kependidikan, dan mitra.
Analisis Madrasah
Meliputi:
- Kebutuhan murid
- Sumber daya madrasah
- Konteks sosial budaya
- Dimensi profil lulusan yang
perlu diperkuat
Menentukan Perencanaan
Meliputi
penetapan:
- Dimensi profil lulusan yang disasar
- Topik Panca Cinta
- Tema kokurikuler
- Bentuk kegiatan kokurikuler
Bentuk Kegiatan Kokurikuler
Ada empat
bentuk utama:
- Pembelajaran Kolaboratif
Lintas Disiplin
- Gerakan 7 Kebiasaan Anak
Indonesia Hebat (7KAIH)
- Kegiatan Kolaboratif Berbasis
Cinta (KKBC)
- Cara lainnya (kearifan lokal,
nilai madrasah, kegiatan monodisiplin)
Tujuan Pembelajaran
Dirumuskan
dari:
- Kompetensi (8 dimensi profil
lulusan)
- Konten/nilai (tema, panca
cinta)
Alokasi Waktu
- RA ditetapkan madrasah
- MI, MTs, MA/MAK mengikuti JP
yang telah ditetapkan dalam kurikulum
4. Pelaksanaan dan
Asesmen
Pelaksanaan
Mengikuti
rencana:
- Aktivitas inti
- Eksplorasi
- Kolaborasi
- Praktik lapangan
- Presentasi hasil
Asesmen
Menggunakan:
- Observasi
- Jurnal refleksi
- Portofolio
- Penilaian kinerja
Hasil asesmen
digunakan untuk:
- Perbaikan kegiatan
- Pelaporan kepada orang tua
- Penguatan karakter murid
Pelaporan
Berisi:
- Capaian murid
- Dokumentasi kegiatan
- Refleksi dan rekomendasi
5. Evaluasi dan Tindak
Lanjut
Evaluasi
dilakukan terhadap:
- Input
- Proses
- Output
- Dampak
Tindak
lanjut:
- Perbaikan kegiatan
- Penguatan kolaborasi
- Penyempurnaan program tahun
berikutnya
Kesimpulan
Panduan
Kokurikuler ini menjadi pedoman strategis untuk:
- Mewujudkan madrasah yang
berorientasi karakter
- Mengintegrasikan Panca Cinta
ke dalam pembelajaran kontekstual
- Mendukung terbentuknya
Generasi Emas 2045 yang unggul, religius, berakhlak, dan cinta tanah air

إرسال تعليق