Pendahuluan
Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar ungkapan “yang penting benar” atau “yang penting tepat”. Sekilas, kata benar dan tepat tampak sama, namun dalam praktiknya keduanya memiliki makna yang berbeda. Islam sebagai agama yang sempurna mengajarkan bahwa seorang muslim tidak hanya dituntut untuk benar, tetapi juga tepat dalam sikap, ucapan, dan perbuatan.
Pengertian Benar dan Tepat
1. Benar
Benar berarti sesuai dengan kebenaran, fakta, atau hukum yang berlaku. Dalam Islam, benar berarti sesuai dengan syariat Allah, Al-Qur’an, dan Sunnah Rasulullah ﷺ.
2. Tepat
Tepat berarti sesuai dengan waktu, tempat, kondisi, cara, dan situasi. Sesuatu bisa benar secara hukum, tetapi belum tentu tepat jika tidak memperhatikan keadaan dan maslahat.
Perbedaan Benar dan Tepat
1. Benar
- Sesuai hukum dan kebenaran
- Bersifat normatif
- Menekankan isi atau substansi
2. Tepat
- Sesuai kondisi dan situasi
- Bersifat kontekstual
- Menekankan cara dan waktu
Contoh dalam Kehidupan Sehari-hari
1. Menegur Kesalahan
Menegur orang yang berbuat salah adalah benar. Namun menegur dengan cara kasar, di depan umum, atau saat emosi sedang memuncak adalah tidak tepat.
2. Menyampaikan Kebenaran
Berkata jujur adalah benar. Namun menyampaikan kebenaran yang dapat melukai perasaan orang lain tanpa hikmah dan kelembutan adalah tidak tepat.
3. Ibadah
Salat adalah perbuatan benar. Namun melaksanakan salat dengan mengganggu orang lain atau tidak memperhatikan adab berjamaah adalah tidak tepat.
Dasar dari Al-Qur'an
1. Perintah berkata benar dan tepat (dengan hikmah)
Allah SWT berfirman:
> اُدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik.”
(QS. An-Nahl: 125)
Ayat ini menunjukkan bahwa menyampaikan kebenaran harus dilakukan dengan cara yang tepat, yaitu penuh hikmah dan kelembutan.
2. Perintah berkata lurus dan benar
> يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.”
(QS. Al-Ahzab: 70)
Qaulan sadīdan berarti perkataan yang benar sekaligus tepat sasaran.
Dasar dari Hadis
1. Kelembutan dalam menyampaikan kebenaran
Rasulullah ﷺ bersabda:
> إِنَّ الرِّفْقَ لَا يَكُونُ فِي شَيْءٍ إِلَّا زَانَهُ
“Sesungguhnya kelembutan tidaklah ada pada sesuatu melainkan akan menghiasinya.”
(HR. Muslim)
Hadis ini menegaskan bahwa kebenaran akan menjadi indah dan efektif jika disampaikan dengan cara yang tepat.
2. Memudahkan dan tidak menyulitkan
> يَسِّرُوا وَلَا تُعَسِّرُوا، وَبَشِّرُوا وَلَا تُنَفِّرُوا
“Mudahkanlah dan jangan mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan membuat orang lari.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan ketepatan metode dalam menyampaikan ajaran yang benar.
Kesimpulan
Dalam Islam, benar saja tidak cukup tanpa tepat, dan tepat tidak akan bernilai jika tidak benar. Seorang muslim ideal adalah orang yang mampu menyatukan kebenaran dengan ketepatan, yaitu benar dalam prinsip dan tepat dalam penerapan. Dengan demikian, ajaran Islam dapat diterima dengan baik dan membawa maslahat bagi diri sendiri maupun orang lain.
sumber : chatgpt

Posting Komentar